Menggali dunia lewat komik

Di sudut Toko Buku Gramedia Malang, mata saya tertambat pada sebuah buku dengan gambar-gambar yang seakan ingin bercerita. “Cartoon History of the Universe,” begitu judulnya. Larry Gonick, dengan lincah, mencoba merangkai tabir waktu dalam lembaran-lembaran kertas yang dipenuhi tinta. Buku komik, katanya. Selengkapnya

Do you know where you’re going to

Dalam lantunan “Do You Know Where You’re Going To” oleh Diana Ross, kita seakan diajak berlayar di samudra waktu, mencari jejak langkah yang mungkin telah hilang. Bukan sekadar irama yang menari, melainkan sebuah bisikan yang beresonansi dalam jiwa: “Kemana kau menuju?” Suara Selengkapnya

Refleksi Waktu: Sebuah Renungan

Di tengah hiruk pikuk zaman, di antara deretan detik yang tak kenal henti, kita sering terjebak dalam pusaran kejaran tanpa makna. Kalang kabut. Rapat yang tidak berhenti-henti dan tidak tahu kapan waktu untuk bekerja dengan tekun. Seperti kata-kata yang terjalin dalam sajak, Selengkapnya

Resonansi Digital: Audiens yang tepat

Setiap individu memiliki panggungnya sendiri. Panggung di mana ia berbicara, berbagi, dan mempengaruhi. Namun, apa yang kita sampaikan dan kepada siapa kita menyampaikannya, menjadi pertanyaan yang tak terelakkan. Seorang pejabat publik, dengan segala tanggung jawabnya, berada di bawah sorotan mata publik. Mereka Selengkapnya

Drama politik

Mungkin karena tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik, saya gatal menulis mengenai bagaimana kita menempatkan diri dalam perpolitikan. Jadi pengamat, peneliti, pelengkap penderita, atau pemain dalam percaturan politik?  Kita sering terjebak dalam anggapan bahwa hanya manusia yang memiliki kemampuan untuk Selengkapnya

Riset sim salabim

Di sudut laboratorium sebuah universitas, waktu berjalan dengan irama yang tenang, namun penuh ketekunan. Di balik dinding kaca dan kesibukan para ilmuwan, ada sebuah bisikan yang mengusik. Sebuah praktek yang, meski berbalut kemuliaan, sebenarnya telah menyimpang dari jantung ilmu pengetahuan. Ketika embun Selengkapnya

Afiliasi dengan UM

Dalam bayang-bayang hari ini, saya menyadari sebuah perubahan. Afiliasi yang selama ini terpatri di Scopus dan Publons—yang menunjuk pada Universiti Teknologi Malaysia (UTM)—kini telah bergeser, mengikuti jejak langkah saya menuju Universitas Negeri Malang (UM). Sebuah transisi, sebuah perjalanan. Scopus Web of Science

Pak Tua di Oro-oro Dowo

Di balik keramaian pasar Oro-oro Dowo, saya bertemu seorang tua dengan keriput di wajahnya, mata yang telah menyaksikan berbagai perubahan zaman, berdiri di sana, menawarkan barang dagangannya. Barang-barang yang dijualnya bukan sekadar barang, melainkan cerita dari masa lalu, masa kini, dan harapan Selengkapnya

Refleksi atas Tiongkok kontemporer

Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa angin zaman kini bertiup dari arah Timur, dari negeri yang memiliki sejarah panjang dan kompleks: China. Sebuah negeri yang, meski sering menjadi subjek kontroversi, telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Banyak Selengkapnya

Kurangi keinginan diakui orang lain

Di tengah hiruk pikuk zaman, manusia sering terjebak dalam keinginan diakui. Ada sebuah bisikan halus yang mengatakan, “Kurangi membuktikan sesuatu pada manusia.” Ya, betapa sering kita lupa bahwa dalam pencarian pengakuan, kita mungkin kehilangan diri. Bukankah kebahagiaan sejati terletak pada pemahaman diri, Selengkapnya

Tidak lagi kesepian

Dalam kesenyapan kota asing yang tak kenal henti, saya meresapi ‘loneliness’, melalui kacamata psikologi dan filsafat. Kesepian, bukan sekadar ketiadaan, melainkan sebuah paradoks antara harapan dan realitas yang terasa. Sebuah pertarungan antara keinginan untuk dikenal dan kenyataan menjadi asing. Selama 27 tahun, Selengkapnya

Perlahan-lahan bro!

Tiba-tiba ada seruan muncul: “Berubahlah!” Namun, bergeraklah dengan langkah yang pelan. Sebab, dalam perjalanan, arah lebih berarti daripada kecepatan. Saya teringat suatu ketika, ketika aplikasi Waze dan Google Maps menjadi panduan, hasrat saya untuk segera mencapai tujuan membuat saya terjerembab dalam jalan Selengkapnya

Melepaskan diri dari ide lama

Kita kerap terjebak dalam konsepsi yang telah lama kita genggam. Seperti bayangan yang tak pernah pudar, ide-ide tersebut meresap dalam setiap celah kesadaran kita, menancap dengan akar yang mendalam. Kita, sebagai manusia, seringkali lupa bahwa yang paling sulit bukanlah menciptakan pemikiran, melainkan Selengkapnya

Potensi bisnis parkir

Seperti biasa, di sudut warung pojok yang menjadi saksi bisu rutinitas pagiku, sepiring bubur kacang hijau bercampur ketan hitam menemani. Sejenak, kesederhanaan sarapan ini membangkitkan rasa ingin tahu dalam diriku. Seolah-olah, di balik kesederhanaan ini, ada dunia yang begitu kompleks dan penuh Selengkapnya

Siapa kita makhluk yang kompleks ini?

Baru-baru ini, seorang teman bercerita tentang fitnah yang ia alami di tempat kerjanya. Ironisnya, kisahnya mirip dengan yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Serangan fitnah yang bertubi-tubi. Fitnah, sebuah serangan yang tak kasat mata, namun mampu melukai lebih dalam daripada Selengkapnya

Universitas dan nilainya

Dalam bayang-bayang pendidikan, kita menemui beragam wajah institusi yang berdiri tegak, menjanjikan ilmu dan pencerahan. Ada universitas, ada pula politeknik, dan tak ketinggalan kursus-keterampilan. Masing-masing dengan irama dan nada yang berbeda, namun berdendang dalam satu lagu: peningkatan kapasitas diri. Universitas, bagaikan sebuah Selengkapnya

Makna sebuah nama

Pagi tadi, saya menemukan diri saya tenggelam dalam sebuah ritual rutin: presensi. Namun, pagi ini berbeda. Daftar nama yang saya baca menyerupai puisi eksotis, penuh dengan irama dan nada yang asing bagi telinga saya. Seolah-olah setiap nama adalah sebuah kisah, sebuah misteri Selengkapnya

Tukang parkir yang bijak

Pagi tadi, langit membuka tirainya dengan cerah. Udara segar berbisik, mengajak saya dan istri berburu sarapan di Warung pecel Bu Retno di Jl. Raya Langsep, Malang. Kami memilih naik motor, membiarkan angin pagi menerpa kami. Namun, ketika tujuan hampir tercapai, kesunyian pagi Selengkapnya

Penjual jamu gendong

Saya sering melihat wanita yang saya rekam dan kelihatan dari jauh dalam video ini. Wanita ini, dengan sandal jepit dan baju kebaya khas penjual jamu tradisional, sering saya lihat lalu lalang di sekitar kampus Universitas Negeri Malang (UM). Baju sederhana itu menutupi Selengkapnya