Saya yang disebut “Prof”

Saya mengambil foto saat menghadiri upacara wisuda di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada tahun 2022, di mana saya pernah menjabat sebagai profesor penuh selama 12 tahun dan secara total telah menjadi dosen di sana selama 20 tahun. Di tengah malam yang kelam, Selengkapnya

Niat seorang dosen, sang pendidik

Ngomong-ngomong soal dosen yang publikasi dan bekerja demi kenaikan jabatan atau reputasi, ini sepertinyanya jadi topik seru. Bayangkan saja, seorang dosen yang seharusnya jadi pahlawan cerdas cermat buat anak-anak muda di kampus, malah sibuk mengejar setoran publikasi buat naik pangkat. Sepertinya ada Selengkapnya

Refleksi atas distorsi ilmu pengetahuan

Dalam nyinyir ini (dan saya selalu tetap nyiyir bersuara), terdapat keperluan mendesak untuk menyuarakan kegelisahan. Kita menyaksikan, dengan mata kepala sendiri, bagaimana dunia ilmu pengetahuan, yang seharusnya menjadi mercusuar pengetahuan, kini terjerumus dalam lembah fatamorgana. Ironis. Ketika ilmu pengetahuan yang mestinya berdiri Selengkapnya

Bayang-bayang kesombongan akademis

Di antara pengetahuan dan ruang-ruang akademis, tersembunyi bayang-bayang kesombongan, serupa hantu yang merayap dalam diam. Kesombongan, layaknya pakaian yang terlalu sempit, membatasi gerak, mengikat pemikiran. Ia adalah cermin yang hanya memantulkan satu wajah: diri sendiri. Dalam dunia akademis, kesombongan ini berwujud dalam Selengkapnya

Paradoks dan ironi dalam riset

Dalam dunia akademis yang penuh dengan tantangan dan paradoks, terdapat cerita-cerita yang sering terlupakan namun penting untuk diceritakan. Dialog berikut ini mengungkapkan realitas yang dihadapi oleh banyak peneliti di universitas-universitas di Indonesia, sebuah narasi tentang harapan tinggi yang terbelenggu oleh peraturan yang Selengkapnya

Menyemai makna dalam disertasi doktor

Dengan beban tanggung jawab yang terpatri di pundak, saya diberikan amanah untuk menilai sebuah disertasi dalam disiplin pendidikan kimia. Namun, dalam setiap halaman yang saya balik, terasa kehampaan yang mendalam, sebuah karya yang belum layak menyandang gelar keilmuan karena kualitasnya yang jauh Selengkapnya