Catatan-catatan kecil

Mulai 10 Februari 2024, saya membuat halaman baru di https://hadinur.net/catatan/ yang adalah catatan-catatan kecil saya yang saya tulis secara rutin baik melalui ponsel maupun komputer. Saya berpandangan bahwa memperhatikan detail-detail kecil adalah elemen kunci dalam pencarian makna hidup yang sebenarnya.

A journey back to share

I find myself standing at a crossroads. I have spent twenty-seven years studying, teaching, researching, and conversing with minds outside of Indonesia. Yet, in the silence of the night, this heart’s voice begins to whisper, calling me back to Indonesia. Returning, the Selengkapnya

Apatis, mengikuti arus atau merdeka?

Saya bercerita sedikit tentang konsep keadilan yang merupakan sebuah perjalanan menuju pemahaman moral setelah saya melihat tulisan menarik oleh Soe Hok Gie, dan saya kemudian selfie dengan latar belakang tulisan itu: Apatis, mengikuti arus atau merdeka? Ini bukan cuma sekedar diskusi serius. Selengkapnya

Panduan bijak memilih pemimpin

Sering kali, saya merasa ada di persimpangan jalan saat dihadapkan pada keputusan besar. Rasanya, tiap opsi memiliki daya tariknya sendiri, membuat pikiran saya berkecamuk. Di saat-saat seperti ini, saya menemukan sebuah buku yang benar-benar membuka mata saya tentang bagaimana cara membuat keputusan Selengkapnya

Fokuslah kepada sistem pendidikan

Marilah kita merenungkan esensi pendidikan, yang bukan semata perihal angka-angka yang berlari di atas kertas laporan, bukan sekedar nilai yang terpampang, bukan jumlah kepala yang terhitung sebagai lulusan. Ada yang lebih dalam, lebih luas, lebih tinggi dari sekedar pencapaian yang bisa diukur Selengkapnya

Senyawa jiwa: Egoisme dan altruisme

Ada sebuah cerita absurd dalam dunia akademis. Terdapat sebuah fenomena unik yang meresap dalam kehidupan kampus: senyawa yang bernama Profesor Hidrogen yang sangat egois dan Profesor Oksigen yang altruis. Mereka adalah satu entitas dengan dua manifestasi yang berbeda, menggambarkan dualitas keberadaan manusia Selengkapnya

Refleksi seorang perantau

Indonesia! Setelah 27 tahun berkelana di Malaysia dan Jepang, akhirnya saya kembali. Bukan sekadar pindah koordinat di peta, ini perjalanan kembali ke akar, ke pangkuan memori dan identitas yang terbentuk dari tanah air tercinta. Dalam perjalanan ini, saya belajar bahwa rindu itu Selengkapnya

Berdamai dengan diri sendiri

Kali ini saya akan bicara tentang sesuatu yang sering terabaikan namun sangat penting yaitu “berdamai dengan diri sendiri.” Ini bukan hanya soal ‘feel-good’ atau ‘self-help’ yang kita dengar di podcast-podcast motivasi. Ini lebih dalam, lebih esensial. Pertama, penerimaan diri. Kita ini sering Selengkapnya

Do you know where you’re going to?

Dalam nada melankolis Diana Ross, “Do you know where you’re going to?” lebih dari sekadar lagu, ia adalah sebuah ajakan introspeksi. Pertanyaannya menggema dan mengundang renungan tentang arah dan tujuan hidup. Lagu ini mengingatkan kita untuk tidak hanya terbawa arus, tapi juga Selengkapnya

All the light we cannot see

Saya baru saja selesai menonton film menarik di NetFlix yang berjudul “All the Light We Cannot See.” Film ini didasarkan kepada sebuah novel dengan judul yang sama karya Anthony Doerr yang diterbitkan pada tahun 2014. Novel ini meraih Penghargaan Pulitzer untuk Fiksi Selengkapnya

Refleksi atas distorsi ilmu pengetahuan

Dalam nyinyir ini (dan saya selalu tetap nyiyir bersuara), terdapat keperluan mendesak untuk menyuarakan kegelisahan. Kita menyaksikan, dengan mata kepala sendiri, bagaimana dunia ilmu pengetahuan, yang seharusnya menjadi mercusuar pengetahuan, kini terjerumus dalam lembah fatamorgana. Ironis. Ketika ilmu pengetahuan yang mestinya berdiri Selengkapnya

Bayang-bayang kesombongan akademis

Di antara pengetahuan dan ruang-ruang akademis, tersembunyi bayang-bayang kesombongan, serupa hantu yang merayap dalam diam. Kesombongan, layaknya pakaian yang terlalu sempit, membatasi gerak, mengikat pemikiran. Ia adalah cermin yang hanya memantulkan satu wajah: diri sendiri. Dalam dunia akademis, kesombongan ini berwujud dalam Selengkapnya