Perlahan-lahan bro!

Tiba-tiba ada seruan muncul: “Berubahlah!” Namun, bergeraklah dengan langkah yang pelan. Sebab, dalam perjalanan, arah lebih berarti daripada kecepatan. Saya teringat suatu ketika, ketika aplikasi Waze dan Google Maps menjadi panduan, hasrat saya untuk segera mencapai tujuan membuat saya terjerembab dalam jalan Selengkapnya

Melepaskan diri dari ide lama

Kita kerap terjebak dalam konsepsi yang telah lama kita genggam. Seperti bayangan yang tak pernah pudar, ide-ide tersebut meresap dalam setiap celah kesadaran kita, menancap dengan akar yang mendalam. Kita, sebagai manusia, seringkali lupa bahwa yang paling sulit bukanlah menciptakan pemikiran, melainkan Selengkapnya

Potensi bisnis parkir

Seperti biasa, di sudut warung pojok yang menjadi saksi bisu rutinitas pagiku, sepiring bubur kacang hijau bercampur ketan hitam menemani. Sejenak, kesederhanaan sarapan ini membangkitkan rasa ingin tahu dalam diriku. Seolah-olah, di balik kesederhanaan ini, ada dunia yang begitu kompleks dan penuh Selengkapnya

Siapa kita makhluk yang kompleks ini?

Baru-baru ini, seorang teman bercerita tentang fitnah yang ia alami di tempat kerjanya. Ironisnya, kisahnya mirip dengan yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu. Serangan fitnah yang bertubi-tubi. Fitnah, sebuah serangan yang tak kasat mata, namun mampu melukai lebih dalam daripada Selengkapnya

Universitas dan nilainya

Dalam bayang-bayang pendidikan, kita menemui beragam wajah institusi yang berdiri tegak, menjanjikan ilmu dan pencerahan. Ada universitas, ada pula politeknik, dan tak ketinggalan kursus-keterampilan. Masing-masing dengan irama dan nada yang berbeda, namun berdendang dalam satu lagu: peningkatan kapasitas diri. Universitas, bagaikan sebuah Selengkapnya

Makna sebuah nama

Pagi tadi, saya menemukan diri saya tenggelam dalam sebuah ritual rutin: presensi. Namun, pagi ini berbeda. Daftar nama yang saya baca menyerupai puisi eksotis, penuh dengan irama dan nada yang asing bagi telinga saya. Seolah-olah setiap nama adalah sebuah kisah, sebuah misteri Selengkapnya

Tukang parkir yang bijak

Pagi tadi, langit membuka tirainya dengan cerah. Udara segar berbisik, mengajak saya dan istri berburu sarapan di Warung pecel Bu Retno di Jl. Raya Langsep, Malang. Kami memilih naik motor, membiarkan angin pagi menerpa kami. Namun, ketika tujuan hampir tercapai, kesunyian pagi Selengkapnya

Penjual jamu gendong

Saya sering melihat wanita yang saya rekam dan kelihatan dari jauh dalam video ini. Wanita ini, dengan sandal jepit dan baju kebaya khas penjual jamu tradisional, sering saya lihat lalu lalang di sekitar kampus Universitas Negeri Malang (UM). Baju sederhana itu menutupi Selengkapnya

Menjemput anak pulang sekolah

Di bawah langit yang semakin gelap, waktu bergerak dengan ritme tersendiri. Setiap sore, ada seorang ayah atau ibu yang berdiri teguh di pintu sekolah, menunggu anaknya kembali ke pelukannya. Suatu tugas sederhana, namun penuh makna. Dalam diam, mereka menyaksikan perubahan anaknya dari Selengkapnya

Pagi hari di Departemen Kimia UM

Pagi hari di Departemen Kimia dimulai dengan peringatan untuk berpakaian rapi dan sopan, serta pentingnya memberi salam. Pak Dr. Husni Wahyu Wijaya, sekretaris departemen, simbol kehadiran dan cerita di departemen, menyambut untuk absensi. Di ruang rapat dan sekaligus tempat ngobrol dosen, foto-foto Selengkapnya

Kilauan yang terselubung dalam ego

Saya banyak mengikuti grup WhatsApp. Saya pengamat dan sekaligus pegiat. Sering berpartisipasi dengan komentar lucu, serius, iseng, dan lain-lain. Saya sadar, saya juga pengamat yang juga diamati. Ada sebuah cerita. Ini kisah si Fajar seorang yang saya jadikan refleksi mengenai fenomena pencarian Selengkapnya

Ironi eksistensial mengenai keberadaan

Dalam zaman digital, sebuah fenomena bernama selfie muncul, bagai titik cahaya yang berkelip di tengah kegelapan. Sebuah tindakan yang tampaknya sederhana, namun mengandung lapisan makna yang tak terhingga. Ketika seseorang membagikan potret dirinya, bukan sekadar wajah yang dia tunjukkan, melainkan sebuah jiwa Selengkapnya

Kampus UM di pagi hari

Kampus Universitas Negeri Malang (UM) seolah bertransformasi menjadi panggung vitalitas pada pagi hari ini. Kesibukan bukan lagi monoton, tetapi serangkaian harmoni dari anak-anak muda yang memulai hari dengan semangat mencari pengetahuan. Ada yang berjalan dengan ritme tenang, seolah setiap tapak kakinya mencium Selengkapnya

Berdo’a tanpa esensi

Dalam lipatan malam yang sunyi, ketika doa-doa berbisik lembut bagai desauan daun-daun kering, ada kontradiksi yang terselubung. Di antara kita, ada yang dengan kesungguhan mendalam, mengangkat tangan, menundukkan kepala, berbisik pada Semesta. Namun, ada pula yang menjadikan doa sebagai tarian tanpa musik, Selengkapnya

Dalam kritikan ada sedikit kejujuran

Di sebuah hutan yang sunyi, hewan-hewan berkumpul di sekitar sebuah layar besar. Mereka sedang menonton “Hutan’s Got Talent”, sebuah acara pencarian bakat di hutan. Para kontestan, yang merupakan hewan-hewan elit hutan, berlomba-lomba menunjukkan keahlian mereka, dari menyanyi hingga menari. Seekor monyet, dengan Selengkapnya

Bicara politik

Dalam kesenyapan malam yang pekat, aku terpaku pada layar, menyerap setiap kata yang terlontar dari bibir-bibir yang tampak bersemangat. Podcast politik yang kudengar, seolah menjadi teater dimana para elit beradu pikiran, saling menyerang dengan kata-kata tajam, dan berlomba-lomba merebut tahta kekuasaan. Mereka Selengkapnya

Universitas kita

Selama dua hari, saya tenggelam dalam sebuah program yang berbicara tentang perjalanan universitas menuju derajat World Class University (WCU). Berikut adalah renungan singkat dari serangkaian program tersebut. Bayangkan saja, dunia pendidikan adalah sebuah hutan belantara dengan beragam spesies yang hidup di dalamnya. Selengkapnya

To be, or not to be

“To be, or not to be” adalah solilokui terkenal dari drama “Hamlet” karya William Shakespeare, khususnya dari Adegan 1, Babak 3. Solilokui ini disampaikan oleh Pangeran Hamlet dan membahas tema-tema tentang kematian, bunuh diri, dan dilema eksistensial antara penderitaan dalam hidup dan Selengkapnya

Istiqomah di kota Konsistensia

Di sebuah kota yang bernama “Konsistensia,” hiduplah seorang pria tua bernama “Istiqomah.” Kota ini bukanlah kota biasa; ia adalah metafora dari kehidupan manusia, di mana setiap jalan dan gangnya adalah pilihan dan keputusan yang harus diambil. Istiqomah adalah seorang penjaga lampu jalan. Selengkapnya

Politik kasihan

Seni curhat dalam politik—sebuah fenomena yang menggelitik, namun sekaligus meresahkan. Seolah para aktor politik kini menjadi penulis memoar dadakan, menyajikan detil-detil tragis atau heroik dari kehidupan pribadi mereka. Semua itu diramu dan disajikan dalam piring publik, bukan sebagai sajian penutup, melainkan sebagai Selengkapnya